Pernah menimbang barang, lalu beberapa menit kemudian menimbangnya lagi karena merasa hasilnya kurang meyakinkan?
Misalnya, pertama ditimbang hasilnya 9,8 kg. Setelah barang dipindahkan sedikit, ditimbang lagi menjadi 10 kg. Akhirnya malah bingung sendiri, sebenarnya beratnya berapa?
Kalau sedang menyiapkan paket untuk dikirim ke Jepang, urusan timbangan memang kadang bikin penasaran. Apalagi kalau jumlah barangnya banyak dan kita ingin memperkirakan ongkir sebelum paket dikirim.
Sebenarnya, apakah barang perlu ditimbang berkali-kali?
1. Timbang Setelah Semua Barang Terkumpul
Sebelum menimbang, kumpulkan dulu semua barang yang memang ingin dikirim.
Jangan menimbang pakaian hari ini, menimbang buku besok, lalu lupa mencatat hasilnya. Nanti malah sibuk menghitung ulang karena ada barang yang belum masuk daftar.
Kalau barangnya banyak, kamu bisa membuat catatan sederhana berisi jenis dan jumlah barang.
Setelah semuanya terkumpul, timbang barang secara keseluruhan untuk mendapatkan perkiraan berat awal.
2. Berat Barang dan Berat Setelah Dikemas Bisa Berbeda
Ini yang sering terlupakan.
Misalnya, berat semua barang sebelum dikemas adalah 8 kg. Setelah dimasukkan ke kardus, ditambah bahan pelindung dan lakban, berat akhirnya bisa bertambah.
Karena itu, kalau ingin memperkirakan ongkir, jangan hanya mengandalkan berat barang sebelum dikemas.
Berat paket setelah dikemas biasanya lebih berguna untuk memperkirakan berat aktual pengiriman. Namun, cara penimbangan dan perhitungan akhirnya tetap mengikuti ketentuan jasa pengiriman paket ke Jepang yang digunakan.
3. Kalau Hasil Timbangan Berbeda, Mana yang Dipakai?
Perbedaan kecil bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya timbangan yang digunakan berbeda, posisi barang berubah, atau ketelitian alat ukur tidak sama.
Kalau hasilnya berubah-ubah cukup jauh, coba letakkan timbangan di permukaan yang rata dan stabil. Pastikan juga timbangan menunjukkan angka nol sebelum digunakan.
Setelah itu, timbang kembali dengan cara yang sama.
Tidak perlu menimbang sampai sepuluh kali hanya demi mendapatkan angka yang terasa paling cocok. Yang penting, alatnya layak digunakan dan proses penimbangannya benar.
4. Jangan Lupa Ukuran Kardus
Sudah mendapatkan angka berat yang pasti? Tunggu dulu, masih ada satu hal yang perlu diperhatikan.
Ukuran kardus juga bisa memengaruhi ongkir, tergantung layanan pengiriman yang digunakan.
Paket dengan berat aktual 10 kg belum tentu memiliki perhitungan ongkir yang sama jika ukuran kardusnya berbeda jauh.
Jadi, selain menimbang, ukur juga panjang, lebar, dan tinggi kardus setelah selesai dikemas.
Dengan begitu, perkiraan biaya pengiriman bisa lebih mendekati perhitungan yang sebenarnya.
5. Kapan Sebaiknya Menimbang Lagi?
Kalau masih ada barang yang akan dimasukkan ke dalam kardus, tentu kamu perlu menghitung ulang beratnya.
Begitu juga setelah menambahkan bahan pelindung atau mengganti kardus dengan ukuran berbeda.
Namun, jika semua barang sudah dikemas dan hasil penimbangannya stabil, tidak perlu terus-menerus mengulang proses yang sama.
Simpan saja catatan berat dan ukuran paket tersebut agar mudah digunakan ketika memeriksa perkiraan ongkir.
Pada akhirnya, menimbang barang sebelum dikirim ke Jepang memang penting. Tapi bukan berarti timbangan harus diajak berdebat sepanjang hari.
Kumpulkan barangnya, kemas dengan baik, timbang paketnya, ukur kardusnya, lalu periksa biaya pengirimannya. Jauh lebih sederhana daripada bolak-balik menimbang sambil berharap angkanya tiba-tiba menjadi lebih kecil.

Komentar
Posting Komentar