Pernah menimbang barang, lalu beberapa menit kemudian menimbangnya lagi karena merasa hasilnya kurang meyakinkan? Misalnya, pertama ditimbang hasilnya 9,8 kg. Setelah barang dipindahkan sedikit, ditimbang lagi menjadi 10 kg. Akhirnya malah bingung sendiri, sebenarnya beratnya berapa? Kalau sedang menyiapkan paket untuk dikirim ke Jepang, urusan timbangan memang kadang bikin penasaran. Apalagi kalau jumlah barangnya banyak dan kita ingin memperkirakan ongkir sebelum paket dikirim. Sebenarnya, apakah barang perlu ditimbang berkali-kali? 1. Timbang Setelah Semua Barang Terkumpul Sebelum menimbang, kumpulkan dulu semua barang yang memang ingin dikirim. Jangan menimbang pakaian hari ini, menimbang buku besok, lalu lupa mencatat hasilnya. Nanti malah sibuk menghitung ulang karena ada barang yang belum masuk daftar. Kalau barangnya banyak, kamu bisa membuat catatan sederhana berisi jenis dan jumlah barang. Setelah semuanya terkumpul, timbang barang secara keseluruhan untuk mendapatkan p...
Mengirim barang seberat 20 kg ke Jepang mungkin terdengar cukup banyak. Biasanya orang yang mau mengirim barang sebanyak ini mulai mencari tahu berapa ongkirnya dan sebaiknya menggunakan pengiriman udara atau laut. Sebenarnya tidak ada satu harga yang pasti untuk semua paket 20 kg. Ada beberapa hal yang perlu dilihat terlebih dahulu. Berat barang 20 kg Kalau barang setelah ditimbang mempunyai berat 20 kg, kita sudah mempunyai gambaran awal untuk menghitung ongkir. Tetapi berat asli bukan satu-satunya yang perlu diperhatikan. Ukuran kardus juga bisa mempengaruhi perhitungan. Misalnya barang mempunyai berat 20 kg, tetapi kardusnya sangat besar. Pada layanan tertentu, berat volumetriknya bisa lebih besar dari berat asli. Karena itu ukuran paket tetap perlu diketahui. Jangan asal menggunakan kardus yang terlalu besar Kadang orang berpikir kalau kardus besar akan lebih aman. Memang belum tentu salah, tetapi kalau ruang kosongnya terlalu banyak, ukuran paket menjadi lebih besar. Padaha...