Mengirim barang seberat 20 kg ke Jepang mungkin terdengar cukup banyak. Biasanya orang yang mau mengirim barang sebanyak ini mulai mencari tahu berapa ongkirnya dan sebaiknya menggunakan pengiriman udara atau laut. Sebenarnya tidak ada satu harga yang pasti untuk semua paket 20 kg. Ada beberapa hal yang perlu dilihat terlebih dahulu. Berat barang 20 kg Kalau barang setelah ditimbang mempunyai berat 20 kg, kita sudah mempunyai gambaran awal untuk menghitung ongkir. Tetapi berat asli bukan satu-satunya yang perlu diperhatikan. Ukuran kardus juga bisa mempengaruhi perhitungan. Misalnya barang mempunyai berat 20 kg, tetapi kardusnya sangat besar. Pada layanan tertentu, berat volumetriknya bisa lebih besar dari berat asli. Karena itu ukuran paket tetap perlu diketahui. Jangan asal menggunakan kardus yang terlalu besar Kadang orang berpikir kalau kardus besar akan lebih aman. Memang belum tentu salah, tetapi kalau ruang kosongnya terlalu banyak, ukuran paket menjadi lebih besar. Padaha...
Bagi orang Indonesia yang tinggal di Jepang, mengirim makanan dari tanah air sering menjadi cara untuk mendapatkan makanan yang sulit ditemukan di Jepang. Rasanya sederhana: beli makanan, masukkan ke kardus, lalu kirim. Ternyata tidak sesederhana itu. Ada makanan yang terlihat biasa saja di Indonesia, tetapi ternyata membutuhkan perhatian khusus ketika akan dikirim ke Jepang. Penyebabnya bukan semata-mata karena makanan tersebut “dilarang”, melainkan karena aturan impor suatu negara dapat mempertimbangkan jenis bahan yang terdapat di dalam produk. Masalahnya kadang bukan pada nama makanannya Contohnya, seseorang mungkin mengatakan: “Ini kan cuma makanan ringan.” Namun, makanan ringan tersebut bisa saja mengandung bahan tertentu yang membuatnya perlu diperiksa lebih lanjut. Hal yang sama berlaku pada makanan olahan. Nama produk saja belum tentu cukup untuk mengetahui apakah makanan tersebut dapat dikirim. Komposisi atau bahan yang digunakan juga dapat menjadi pertimbangan. Karena ...