Bagi orang Indonesia yang tinggal di Jepang, mengirim makanan dari tanah air sering menjadi cara untuk mendapatkan makanan yang sulit ditemukan di Jepang. Rasanya sederhana: beli makanan, masukkan ke kardus, lalu kirim. Ternyata tidak sesederhana itu. Ada makanan yang terlihat biasa saja di Indonesia, tetapi ternyata membutuhkan perhatian khusus ketika akan dikirim ke Jepang. Penyebabnya bukan semata-mata karena makanan tersebut “dilarang”, melainkan karena aturan impor suatu negara dapat mempertimbangkan jenis bahan yang terdapat di dalam produk. Masalahnya kadang bukan pada nama makanannya Contohnya, seseorang mungkin mengatakan: “Ini kan cuma makanan ringan.” Namun, makanan ringan tersebut bisa saja mengandung bahan tertentu yang membuatnya perlu diperiksa lebih lanjut. Hal yang sama berlaku pada makanan olahan. Nama produk saja belum tentu cukup untuk mengetahui apakah makanan tersebut dapat dikirim. Komposisi atau bahan yang digunakan juga dapat menjadi pertimbangan. Karena ...
Ada benda yang sejak awal memang dibuat untuk menghasilkan suara, tetapi ketika dikirim dari Indonesia ke Jepang, justru suara bukan hal pertama yang perlu dipikirkan. Bentuk, material, sambungan, dan susunan komponennya jauh lebih menentukan bagaimana benda tersebut akan melewati perjalanan. Gamelan berukuran kecil, misalnya, dapat menjadi pilihan seseorang untuk dibawa ketika pindah ke Jepang, diberikan kepada kerabat, digunakan sebagai koleksi, atau dipakai untuk mengenalkan musik tradisional Indonesia. Dibandingkan seperangkat gamelan lengkap, ukurannya mungkin jauh lebih sederhana. Namun benda seperti ini tetap mempunyai karakter yang tidak bisa disamakan dengan perabot rumah tangga biasa. Bagian logamnya mungkin terlihat sangat kuat. Tetapi kekuatan tersebut bukan berarti instrumen dapat diperlakukan seperti benda besi biasa. Yang membuat gamelan menarik adalah adanya hubungan antara bentuk fisik dan fungsi suara. Perubahan kecil pada bagian tertentu mungkin tidak langsung ...